Pages

Ads 468x60px

Selasa, 17 April 2012

Komponen Utama Suspensi

Pada dasarnya suspensi mobil dibagi menjadi dua yaitu :
1.  Suspensi Rigid
Suspensi ini mempunyai ciri roda-rodanya dihubungkan dalam satu poros dan dipasangkan ke body melalui pegas. mempunyai kontruksi yang kuat, keuntungan suspensi ini mempunyai sedikit perubahan tread atau chamber yang disebabkan oleh gerakan axle. Kekurangannya adalah stabilitas pengendara berkurang karena unspring weight lebih besar, serta roda kiri dan kanan berputar bersama-sama. terjadi getaran horisontal
2.  Suspensi Independent
Roda kiri dan kanan masing-masing dipasangkan pada axlenya sehingga bekerja sendiri-sendiri menyerap goncangan. Keuntungan model ini mempunyai daya tapak roda kejalan yang lebih baik. model pegas ini masih dibagi lagi menjadi :Model wishbone dengan pegas koil
  • Model wishbone dengan pegas koil

  • Model wishbone dengan pegas batang torsi

  • Model machpherson


Adapun komponen-komponen utama dari suspensi itu sendiri adalah:
1.  Pegas
Adalah bagian yang berfungsi untuk menyerap goncangan pada mobil dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke body kendaraan secara langsung.
tipe pegas pada umumnya adalah :
  • Pegas coil (coil spring)
dibuat dari baja khusus dan berbentuk spiral, digunakan untuk suspensi depan mobil dan untuk mobil yang mempunyai daya angkut tidak terlalu berat. Dikarenakan kontruksi pegas ini tidak terlalu kuat namun lebih sensitif dalam menerima kejutan dan tidak akan terjadi gesekan bila terjadi defleksi.
  • Pegas daun (leaf spring)
dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur, banyak digunakan pada kendaraan dengan daya angkut yang besar. Pegas daun dari yang atas sampai dengan yang pendek disatukan dengan menggunakan spring clip, dimana semua daun berbentuk elips untuk menambah daya elastisitas pegas tersebut. kelemahan pegas ini adalah memakan tempat dan jumlah pegas yang banyak sehingga harga pembuatan mahal.

  • Pegas batang torsi (torsion bar spring)
dibuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran, banyak digunakan pada mobil dengan daya angkut ringan. Kontruksi pegas ini terdiri atas sebuah batang baja yang kedua ujungnya terikat pada frame dan ujung satunya terikat pada lower arm (lengan suspensi). Cara kerja pegasi ini menahan puntiran apabila lower arm bergerak naik turun.
  • Pegas udara (air suspension)
pegas ini menggunakan tenaga udara yang disimpan pada bellow. bellow ini yang menggantikan tempat dari pegas daun dan pegas coil. Kontruksi ini memerlukan sebuah pompa untuk menambahkan angin ke dalam bellows.
EasyCapture1
  • Pegas berlubang
Pegas ini terbuat dari karet dimana pada bagian tengahnya dibuat lubang. pegas ini merupakan kelengkapan dari dari sistem pegas yang mempunyai fungsi untuk melindungi komponen suspensi dari kerusakan akibat defleksi yang berlebihan.
EasyCapture2


2.  Shock Absorber
Berfungsi meredam gerak axial dari pegas. Pegas menerima kejutan dari jalan yang tidak rata maka body akan bergerak naik turun.
Shock Absorber dibedakan menjadi :
berdasakan cara kerja :
  • single action
  • double action
berdasarkan kontruksi :
  • single tube (satu tabung)
  • twin tube (dua tabung)
3.   Upper and lower arm
Adalah bagian yang menghubungkan bagian knukle arm dengan body kendaraan, di mana roda terpasang pada knukle arm tersebut. 


4.   STABILIZER BAR
Stabilizer bar berfungsi untuk mengurangi kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat kendaraan membelok. Didamping itu untuk meningkatkan traksi ban . Untuk suspensi depan , stabilizer biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan karet dan linkage. Pada bagian tengah di ikat ke frame atau body pada dua tempat melalui bushing. 

5.  Dumper
adalah sebuah karet yang berfungsi menjaga komponen-komponen suspensi dari kerusakan akibat tumbukan permukaan jalan yang terlalu berlebihan. Dibuat dari sebuah karet yang dipasang pada lower arn dan upper arm. Untuk tipe yang tidak menggunakan upper arm dipasang pada lower arm dan body.


6.  Strut Bar 
Berfungsi menjaga lower arm agar kemiringan roda depan dapat tetap terjaga. dan menjaga agar lower arm tidak bergerak ke depan dan ke belakang.

7.  Ball Joint
komponen suspensi yang menghubungkan lower atau upper arm dengan knukle arm. ball joint ini dapat berputar bebas mengikuti gerak knukle arm yang naik turun akibat sentuhan roda terhadap jalan yang tidak rata.

8. knuckle arm 
Komponen Suspensi tempat roda depan dipasangkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar