Pages

Ads 468x60px

Friday, 23 March 2012

Ujian Praktek Kejuruan 2012

 Melakukan pekerjaan, pemeriksaan dan pengukuran sesuai SOP, pekerjaan-pekerjaan dibawah ini :
1.      Melaksanakan Tune up engine bensin konvensional
2.      Melaksanakan perawatan/perbaikan transmisi manual
3.      Melaksanakan perawatan system stater
4.      Melaksanakan perawatan system kelistrikan bodi kendaraan
5.      Perbaikan unit kopling

Thursday, 22 March 2012

Hizbul Wathan



MELACAK JEJAK SEJARAH
 Bermula dari perjalanan dakwah yangdilakukan Kiai Ahmad Dahlan ke Surakarta pada tahun 1920, berdirinya Hizbut Wathan merupakan inovasi terbuka dan kreatif untuk membina anak- anak muda dalam keagamaan dan pendidikan mereka. Ketika melewati alun-alun Mangkunegaran, Kiai Dahlan melihat anak-anak muda berseragam ( para anggota Javaannsche Padvinder Organisatie ), berbaris rapi, dan metakukan berbagai kegiatan yang menarik. Mereka kelihatan tegap dan disiplin. Sekembalinya di Yogyakarta, Kiai Dahlan memangit beberapa guru Muhammadiyah untuk membahas metodologi baru dalam pembinaan anak-anak muda Muhammadiyah, baik di sekolah-sekolahmaupun di masyarakat umum. Kiai Dahlan mengungkapkan bahwa alangkah baiknya kalau Muhammadiyah mendirikan padvinder untuk mendidik anak-anak mudanya agar memiliki badan yang sehat serta jiwa yang luhur untuk mengabdi kepada Allah.

Sejarah Muhammadiyah


A.    SEJARAH BERDIRINYA
      Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakartapada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan dengan 18 Nopember1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwiskemudian dikenal dengan KH Ahmad Dahlan
Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islampada waktu itu dalam keadaan jumudbeku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistikbeliau tergerak hatinya untukmengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan HadistOleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.

Terminal 2 pada regulator


MENENTUKAN TERMINAL-TERMINAL PADA REGULATOR


I.   Dengan Ohm Meter

1.    Menentukan Terminal E
Letakkan salah satu kabel ohm meter ke body regulator. Ujung lainnya diletakkan ke semua terminal secara bergantian, bila jarum menunjukkan NOL disebut terminal E.

Catatan :
Platina voltage relay di sekat dengan isolator lebih dahulu supaya tidak ada saling merapat.

2.    Menentukan Terminal N
Hubungkan terminal E, yang satu kesemua terminal.
Bila tahanan ± 23 Ω disebut terminal N.

3.    Menentukan Terminal L
Hubungkan terminal E, yang satu kesemua terminal.
Bila tahanan ± 100 Ω disebut terminal L.

4.    Menentukan Terminal B
Apabila bertemu dengan kabel yang tidak punya hubungan dengan terminal lain disebut terminal B.

5.    Menentukan Terminal IG
Satu kabel ke platina bagian tengah dari voltage regulator. Ujung yang lain dihubungkan ke terminal-terminal regulator.
Bila tahanan ± 11 Ω disebut terminal IG.

6.    Menetukan Terminal F
Karena kelima terminal ketemu, otomatis ya tinggal F.



II. Secara Visual

            1.    Menentukan Terminal E
Balik Posisi regulator bila terlihat kabel terminal yang langsung di solder (disatukan) dengan badan regulator.

           2.    Menentukan Terminal IG dan F
Buka tutup regulator.
Terminal IG dan F adalah Yang disatukan dengan tahanan.
Dikeling dengan point holder yang bila diurutkan akan bertemu dengan platina tadi.

            3.    Menentukan Terminal B
Lihat platina samping yang terpisah (tidak saling merapat) pada foltage relay.
Balik posisi regulator dan cari kabel yang diurutkan dengan platina tadi.

            4.    Terminal L dan N
Terminal L dan N adalah terminal yang dihubungkan dengan kumparan
N adalah terminal yang keluar langsung dari kumparan.
L adalah disamping bertemu dengan kumparan disatukan dengan point holder platina tengah voltage relay.

Sunday, 4 March 2012

Pedoman Kehidupan Islami 4 dan 5


Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

Bagian Keempat

TUNTUNAN PELAKSANAAN
Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memimpinkan pelaksanaan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah ini dengan mengerahkan segala potensi, usaha, dan kewenangan yang dimilikinya sehingga program ini dapat berhasil mencapai tujuannya. Karenanya, berikut ini disusun langkah-langkah pokok sebagai Tuntutan Pelaksanaan dalam mewujudkan konsep Pedoman Kehidupan Islami Dalam Muhammadiyah.
      1.            Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah mengikat seluruh warga, pimpinan, dan lembaga yang berada di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai program khusus yang harus dilaksanakan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari untuk kebaikan hidup bersama dan tegaknya Masyarakat Utama yang menjadi rahmatan lil `alamin.
      2.            Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Ranting di bawah kepemimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertanggungjawab di setiap daerah masing-masing untuk melaksanakan, mengelola, dan mengevaluasi pelaksanaan program khusus Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah.
      3.            Pelaksanaan penerapan/operasionalisasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di setiap tingkatan hendaknya dikoordinasikan dan melibatkan semua Majelis dalam satu koordinasi pelaksanaan yang terpadu dan efektif serta efisien menuju keberhasilan mencapai tujuan.


Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

Bagian Kelima

PENUTUP

Konsep Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah akan terlaksana dan dapat mencapai keberhasilan jika benar-benar menjadi tekad dan kesungguhan sepenuh hati segenap warga dan pimpinan Muhammadiyah dengan menggunakan seluruh ikhtiar yang optimal yang didukung oleh berbagai faktor yang positif menuju tujuannya. Dengan senantiasa memohon pertolongan dan kekuatan dari Allah Subhanahu Wata'ala insya Allah Muhammadiyah dapat melaksanakan program khusus yang mulia ini sebagai wujud ibadah kepada-Nya demi tegaknya Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur. Nashrun Minallah Wafathun Qarib.








Saturday, 3 March 2012

Pedoman Kehidupan Islami 3

Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah
Bagian Ketiga

KEHIDUPAN ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH
A. KEHIDUPAN PRIBADI
1. Dalam Aqidah
a.      Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran imani berupa tauhid kepada Allah Subhanahu Wata'ala23 yang benar, ikhlas, dan penuh ketundukkan sehingga terpancar sebagai lbad ar-rahman24 yang menjalani kehidupan dengan benar-benar menjadi mukmin, muslim, muttaqin, dan muhsin yang paripurna.
b.      Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman25 dan tauhid26 sebagai sumber seluruh kegiatan hidup, tidak boleh mengingkari keimanan berdasarkan tauhid itu, dan tetap menjauhi serta menolak syirk, takhayul, bid'ah, dan khurafat yang menodai iman dan tauhid kepada Allah Subhanahu Wata'ala27.

Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

Bagian Kedua

PANDANGAN ISLAM TENTANG KEHIDUPAN
Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul1, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil, duniawi dan ukhrawi. Agama Islam, yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai Nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan Allah yang tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi yang shahih (maqbul) berupa perintah-perintah, larangan-larangan, dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu
dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan meliputi bidang-bidang aqidah, akhlaq, ibadah, dan mu'amalah duniawiyah.