Pages

Ads 468x60px

Saturday, 1 September 2012

Istilah-Istilah dalam Torque Converter

Elemen: yaitu jumlah komponen utama dalam torque converter yang berhubungan dengan oli flow.

Phase: yaitu perubahan kenaikan efisiensi dari torque converter (perubahan fungsi stator), berhubungan dengan konstruksi stator.

Stage: yaitu sesuatu yang berhubungan langsung dengan output shaft, dalam hal ini adalah turbin.

Stall: yaitu suatu keadaan dimana kecepatan turbin sama dengan nol, berhenti karena beban berlebihan, sedangkan kecepatan pump masih ada sesuai dengan kecepatan engine.

nozzle

Injection Nozzle dan Nozzle Holder
Injection Nozzle terdiri dari nozzle body dan needle. Nozzle menyemprotkan bahan bakar dari pompa injeksi ke dalam selinder dengan tekanan tertentu untuk mengatomisasi bahan baker secara merata.
Pompa injeksi adalah sejenis katup yang dikerjkan dengan sangat presisi dengan toleransi 0,001 mm, oleh karena itu bila nozzle perlu diganti maka nozzle body dan needle harus diganti bersama-sama.
Injection nozzle harus dilumasi dengan bahan bakar diesel. Nozzle holder memegang nozzle dengan retaining nut dan distance piesce, nozzle holder terdiri dari adjusting washer yang mengatur kekuatan tekanan pegas untuk menentukan tekanan membukanya katup nozzle.

Apa itu Torque Converter

Torque converter adalah suatu komponen power train yang bekerjanya secara hydrolis. Prinsip kerja dari torque converter adalah merubah tenaga mekanis dari engine menjadi energi kinetis (oil flow) dan merubahnya lagi menjadi tenaga mekanis pada shaft outputnya.

Fungsi torque converter adalah sebagai berikut:

  • Sebagai kopling otomatis (automatic clutch) untuk meneruskan engine torque ke input transmisi.
  • Meningkatkan (multiflies) torque yang dibangkitkan oleh engine.
  • Meredam getaran puntir (torsional vibration) dari engine dan drive train.
  • Meratakan (smoothes) putaran engine.

Cara melepas Kabel ACCU



Hampir disemua buku manual perbaikan dan perawatan kendaraan mengharuskan kita mengikuti aturan melepas dan memasang kabel accu yang benar.
Aturan yang benar adalah, Selalu mendahulukan melepas kabel negatif, dan memasang kabel negatif paling akhir.

5K dalam pekerjaan overhaul

Pengendalian kualitas pekerjaan apapun termasuk pekerjaan overhaul tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal tanpa adanya prilaku atau budaya kerja yang baik dalam bekerja pada setiap pelaksananya.

Budaya-budaya kerja yang baik tersebut diantaranya  adalah:  Bersih, Rapih, Teliti, Rajin atau Disiplin. Pada setiap area kerja atau work shop kita sering melihat papan informasi 5K, atau 5R atau 5S, semua itu adalah untuk mengingatkan kita sebagai pelaksana aktifitas didalam area kerja atau work shop tersebut selalu berprilaku seperti apa yang tertera pada papan informasi tersebut.

Prilaku pekerja maupun kondisi tempat kerja perlu juga diatur agar kualitas hasil pekerjaan bisa maksimal, yaitu dengan menerapkan 5K atau 5R atau 5S di tempat kerja.

Bore Gauge

Bore gauge adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur diameter dalam suatu cylinder. Dial gauge yang terletak pada bagian atas dapat dilepas dengan melonggarkan securing position posisi dial gauge. Grip adalah pemegang untuk memposisikan ketepatan pengukuran. Ujung batang pengukur (measuring point) dapat bergerak bila ditekan dan akan menggerakkan jarum pada dial gauge antara 0-2 mm dari harga standarnya. Rod end akan diikat oleh mur pengikat tongkat pengukur (rod securing thread) tongkat pengukur (rod end) ini dapat ditukar-tukar ukurannya menurut kebutuhannnya. 
 
Guide plate dipergunakan untuk membantu menempatkan kedudukan dial gauge pada kedudukan horizontal dan untuk mendapatkan harga pengukuran yang maksimum. Pada dial gauge model baru yang dipergunakan pada bore gauge skala penunjukkan jarum terdiri dari angka 0 - 50 pada setengah lingkaran dari arah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Masukkan bore gauge ke dalam cylinder dengan posisi seperti gambar di bawah ini.

Pengukuran CDI Blank.....


CARA MELAKUKAN PENGUKURAN CDI YG TIDAK DIKETAHUI POSISI TERMINAL PADA SOCKETNYA (CDI BLANK) :
 
MOTOR NF 125  :

Tahap ke – 1 :
Gunakan Skala pengukuran pada Multitester pada skala 1 k ohm.
Kemudian arahkan jarum test lead yang merah (+) kearah kabel CDI yang akan diukur sebagai posisi yang diam / mantep ditempat.
Sedangkan jarum test lead yang hitam (-) bergerak / diarahkan ke setiap kabel CDI yang lainnnya, sampai nantinya kita akan menemukan antara kedua kabel yang kita ukur / hubungkan dengan kondisi tidak ada hubungan ( tidak ada kontinitas ).